Feeds:
Pos
Komentar

Pemasar internasional harus mengetahui pengaruh budaya dan harus menyiapkan diri untuk menjawab tantangan itu atau mengubahnya. Pemasar internasional memainkan peran penting bahkan dapat dikatakan menentukan dalam mempengaruhi kecepatan tingkat perubahan diseluruh dunia. Hal terlihat jelas dalam makanan tetapi praktis menyangkut semua industri, terutama produk konsumen. Pabrik sabun dan deterjen telah mengubah kebiasaan, mencuci, industri elektronik telah mengubah pola hiburan, dan pemasar pakaian telah mengubah gaya gaya, dan sebagainya. Dalam produk industri budaya telah mempengaruhi karakteristik dan permintaan produk tetapi yang lebih penting lagi sebagai pengaruh pada proses pemasaran, terutama dalam cara menjalankan bisnis. Pemasar internasional telah belajar untuk mengandalkan orang yang mengetahui dan memahami adat serta sikap setempat untuk keahlian pemasaran.

Hubungan bisnis antara pihak-pihak yang mempunyai budaya atau kebangsaan berbeda dapat dipengaruhi oleh tantangan tambahan.Bila salah satu pihak dari budaya konteks tinggi mengambil bagian dalam kesepakatan bisnis, faktor-faktor yang dibahas mungkin akan lebih rumit karena keyakinan berbeda mengenai signifikansi dari kesepakatan bisnis formal dan kewajiban yang mengikat semua pihak misalnya, manajer penjualan benar-benar yakin bahwa hanya kontrak yang ditulis dengan baik yang diperlukan agar perusahaanya dapat menerima semua kewajiban yang mengikat. Tetapi manajer penjualan tadi juga tidak dapat memahami belahan dunia, sesuatu hanya dapat terjadi bila ada hubungan pribadi karena kadang-kadang hubungan pribadi juga perlu untuk melaksanakan sesuatu dalam lingkungan konteks rendah.

Link for dwonload

Adidas

Sejarah merek sepatu yang sangat terkenal ini dimulai pada tahun 1920 oleh Adi (Adolf) Dassler di ruang cuci milik Ibunya. Waktu itu Adi Dassler membuat proyek kecil-kecilan dengan membuat sepatu olahraga. Karena tingginya kualitas sepatu yang dihasilkannya, akhirnya bisnis kecil-kecilan tersebut mulai membuahkan hasil. Pada tahun 1924, Adi Dassler dan saudaranya Rudolf Dassler mendirikan ‘Dassler Brothers OGH’ yang nantinya menjadi cikal bakal Adidas sekarang. Pada tahun 1972, logo Adidas mengalami perubahan yakni dengan menggunakan konsep ‘Trefoil Logo’, yaitu logo dengan visual tiga daun terangkai. Konsep tiga daun ini memiliki makna simbolisasi dari semangat Olimpiade yang menghubungkan pada 3 benua. Sejak saat itulah Adidas menjadi sepatu resmi yang dipergunakan pada even Olimpiade diseluruh dunia. Trefoil logo perusahaannya adalah iconic sebagai merek yang membuat pendapatan perusahaan meningkat mencapai $7,8 milyar pada 2003.

Pada Februari 1993, yang dipimpin Robert Louis-Dreyfus yang merupakan CEO Saatchi & Saatchi Advertising mengambil alih control Adidas AG. Dreyfus optimis akan masa depan Adidas dengan menjadi Dreyfus’s Group sebagai full ownership pada tahun 1995. Dua tahun kemudian, Dreyfus mengajak Salomon, yang merupakan sebuah perusahaan Perancis. Dan menjadikan Adidas Salomon AG sebagai perusahaan peralatan olahraga terbesar kedua setelah Nike.

Pada tahun-tahun berikutnya, terjadi kontroversi keuangan dan perubahan ownership yang telah membuat perubahan perhatian manajemen pada pasar dan otomatis memundurkan pengaruh perusahaan dalam pasar. pada tahun 1996, Adidas mengalami modernisasi dengan menerapkan konsep ‘We knew then – we know now’ yang kurang lebih menggambarkan kesuksesan masa lalu dan kejayaan hingga kini dengan logo baru yang digunakan secara visual berupa tiga balok miring yang membentuk tanjakan yang menggambarkan kekuatan, daya tahan serta masa depan.

Adidas mengeluarkan $50 juta global print dan kampanye TV untuk tagline, “nothing is imposible”. Pada Mei, Erich Stamminger kepala pemasaran global Adidas, mengumumkan buah dari rahasia, pembangunan 3 tahun: the Adidas 1, sebuah sepatu dengan sebuah microchip untuk kekuatan atlet dan kebutuhan performance. Dalam sebuah pemberitaan, Stamminger mencatat “this is the world’s first intelligent shoes : it senses, understands, and adopts”.Link for download

Pasar global (Global Market) bisa didefinisikan sebagai “pasar yang memiliki kesamaan preferensi konsumen diantara berbagai negara”. Di dalam negara yang sama, bisa jadi terdapat berbagai macam konsumen yang memilikipreferensi berbeda-beda, namun batas-batas antar negara bukanlah pemisah segme yang signifikan. Strategi utama dalam pemasaran global berkenaan dengan proses segmentasi, penetapan pasar sasaran, dan positioniong produk sedemikian rupa, sehingga produk perusahaan dipersepsikan unik dan unggul dibandingkan produk para pesaing.

Dalam konteks pemasaran global, segmentasi pasar merupakan upaya mengidentifikasi dan mengkategorikan kelompok pelanggan dan negara berdasarkan berbagai karakteristik yang berpengaurh pada reaksi kelompok bersangkutan terhadap stimu;us pemasaran. Targeting adalah proses mengevaluasi segmen pasar dan memusatkan upaya pemasaran pada negara, kawasan atau kelompok orang yang memiliki potensi signifikan untuk beraksi secara positif terhadap stimulus pemasaran dari perusahaan. Proses targeting mencerminkan kenyataan bahwa perusahaan harus mengidentifikasi pelanggan yang dapat diakses dan dilayani secara efektif dan efisien.

Dalam kasus ini, Nokia sebagai perusahaan telepon selular menjadi pemimpin pangsa pasar global mengalahkan pesaing utamanya yaitu Motorola yang sebenarnya adalah perusahaan pertama dalam bisnis telepon selular ini. Kesimpulan yang dapat diambil, keberhasilan ini didapat karena Nokia sangat jeli dalam membidik pasar sasarannya, yaitu dengan menerapkan strategi segmentation, targeting, dan positioning (STP) dengan baik. Sehingga konsumen menjadi lebih mudah mengidentifikasi produk yang cocok dengan kebutuhannya dan kemampuan daya beli karena Nokia memiliki produk memposisikan produknya berbeda-beda sesuai dengan segmen dan target yang telah mereka tuju. Hal ini sesuai dengan moto nokia yaitu “Connecting People”, yang juga membuat konsumen menjadi loyal dan ingat akan merek ponsel ini. Hal ini terbukti, bahwa sampai pada saai ini nokia menguasai pangsa pasar global sebanyak 40%. abstrakresumenokia, presentation1-nokia

Strategi Penetapan harga

KEBIJAKAN PENETAPAN HARGA GLOBAL

Ada tiga alternative kebijakan penetapan harga global, yaitu :

1. Kebijakan Penetapan Harga Extention/Ethnocentric

Dalam kebijakan ini, harga suatu spoduk akan sama diseluruh dunia dan importer menanggung biaya pengiriman dan bea impor. Pendekatan ini memiliki keunggulan yaitu sangat sederhana karena implementasinya tidak membutuhkan informasi mengenai kondisi pasar persaingan. Namun, kelemahan pendekatan ini juga terletak pada kesederhanaannya. Pendekatan ini mengabaikan situasi persaningan dan pasar setiap nasional. Akibatnya, laba perusahaan di setiap pasar nasional maupun secara global tidak maksimum.

2. Kebijakan Penetapan Harga Adaptation/Polycentric

Dalam kebijakan ini, perusahaan memberikan wewenag kepada manajer kantor cabang untuk menetapkan sendiri tingkat harga yang dirasa paling cocok untuk situasi yang mereka hadapi. Dalam pendekatan ini, tidak ada kendali atau persyarakatan perusahaan bahwa harga harus dikoordinasikan antar Negara. Satu-satunya kendala dalam pendekatan ini adalah menentukan harga transfer dalam sistem korporasi. Pendekatan seperti ini sangat sensitive terhadap kondisi lokal, namun disparitas harga pasar lokal melampaui biaya transportasi dan bea cukai antar Negara. Bila situasi seperti ini terjadi, maka ada peluang bagi manajer perusahaan untuk memanfaatkan disparitas harga dengan cara membeli produk di pasar yang lebih murah dan menjualnya di pasar yang harganya lebih mahal. Selain itu, ada pula masalah lain dalam kebijakan penetapan harga adaptasi, yaitu bahwa pengetahuan dan pengalaman berharga dalam system korporasi menyangkut srategi penetapan harga yang efektif tidak berlaku untuk setiap keputusan penetapan harga lokal.strategi tersebut tidak berlaku karena para manajer local bebas menentukan harga yang menurut mereka paling cocok dan mereke mungkin tidak mengetahui sepenuhnya mengenai pengalaman perusahaan ketika mereka membuat keputusan.

3. Kebijakan Penetapan Harga Invention/Geocentric

Dalam pendekatan ini perusahaan tidak menetapkan satu harga untuk diberlakukan di seluruh dunia dan juga tidak menyerahkan keputusan penetapan harga kepada cabang perusahaan, namun justru mengambil posisi di antara keduannya. Asumsi yang mendasari penetapan strategi ini adalah bahwa terdapat factor-faktor pasar local yang unik yang harus dpahami dalam membuat keputusan harga. Factor-faktor tersebut meliputi baiya local, tingkat penghasilan, persaingan, dan strategi pemasaran local. Biaya local ditambah dengan pengembalian investasi modal dan personalia menentukan batas bawah harga (price floor) untuk jangka panjang. Akan tetapi, dalam jangka pendek sebuah perusahaan bias memutuskan untuk menetapkan tujuan penetrasi pasar dan menetepkan harga dibawah niali pengembalian cost-plus menggunakan pemasok ekspor untuk membangun pasar. Tujuan jangka pendek lainnya berupa estimasi ukuran pasar pada harga tertentu yang akan mendatangkan laba, sekalipun memakai pemasik local dan skala output tertentu. Factor terakhir yang mempengaruhi keputusan harga adalah strategi dan bauran pemasaran local. Harga harus selaras dengan unsur program pemasaran yang lain. Sebagai tambahan atas factor-faktor lokal ini, pendekatan geosentris mengakui bahwa koordinasi harga dengan kantor pusat diperlukan untuk mengangani para pelanggan internasional dan arbitrase produk. Akhirnya, pendekatan geosentris secara sadar dan sistematik berusaha memastikan bahwa pengalaman penetapan harga nasional yang sudah terakumulasi akan diperkaya dan diterapkan kalau relevan. makalah1, pemasaran-global-pariwisata

Boeing Company merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri pembuatan pesawat terbang. Perusahaan ini merupakan perusahaan terbesar yang memproduksi pesawat terbang untuk penerbangan komersil.

Pada tahun 2001, Boeing menjadi berita utama lagi, ketika perusahaan ini mengumumkan akan menciptakan sebuah pesawat delta-wing yang dinamakan Sonic Cruiser. Pesawat ini memiliki kapasitas sebanyak 100 dan 300 orang penumpang dan dapat terbang dengan kecepatan 10.000 miles

Perusahaan Boeing semakin yakin pada proyek Sonic Cruiser, karena mereka percaya bahwa air travelers sangat tertarik pada penghematan waktu, terutama pada penerbangan rute jarak jauh. Sonic Cruiser dapat memotong waktu perjalanan sebesar 1 jam setiap ia terbang sejauh 3.000 mill. Boeing juga memprediksikan bahwa perusahaan penerbangan di Eropa dan Asia akan semakin berkembang dalam persaingannya.

Pemberitaan mengenai Sonic Cruiser ini membuat industri pesawat terbang global tercengang, termasuk perusahaan Airbus. Airbus berencana membuat sebuah pesawat besar (double Decker), super jumbo pesawat, yaitu A380.

Tahun 2002, Boeing menghentikan rencana pembuatan Sonic Cruiser. Industri penerbangan dikejutkan dengan adanya tragedi teror 11 September. Akibatnya United Airlines, yang merupakan pelanggan utama Boeing, mengalami kebangkrutan. Terlebih, penumpang ailrlines saat ini lebih mengutamakan harga tiket daripada waktu yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan

Sebagai gantinya, Boeing akan mengembangkan pesawat model baru, dengan 200 tempat duduk, yaitu seri 7E7 Dreamliner, yang menawarkan kenyamanan penumpang saat terbang di udara. Boing Vs Airbus , boeing.ppt

Para pemasar yang terlibat di pemasaran global menghadapi permasalahan dan kondisi khusus yang membedakan tugas mereka dari para peneliti pasar domestik. Pertama, peneliti pasar global harus menganalisis banyak pasar nasional daripada menganalisis pasar nasional tunggal, dimana setiap pasar mempunyai karakteristik yang unik yang tentunya harus dikenali dalam melakukan analisis. Seperti hal yang terlihat sebelumnya, bahwa ketersediaan data di banyak negara sangatlah terbatas.

Kedua, pasar yang kecil di seluruh dunia mempunyai permasalahn khusus bagi penelti. Potensi keuntungan yang relatif rendah di pasar yang lebih kecil hannya memungkinkan pengeluaran riset pemasaran yang sederhana, karena itu peneliti global harus memikirkan teknik dan metode yang tetap mempertahankan pengeluaran itu sejalan dengan potensi keuntungan pasar. Dalam pasar yang lebih kecil, terdapat tekanan bagi para peneliti untuk menemukan hubungan antara ekonomis dan demografis, sehingga hal tersebut dapat mengestimasi permintaan berdasarkan informasi yang minimum. Mungkin perlu digunakan penelitian survei yang murah yang menggunakan beberapa kehebatan dan kekakuan statistik untuk mecapai hasil dalam keterbatasan-keterbatasan akibat anggaran penelititan pemasaran yang lebih kecil.

Permasalahan lain yang sering dihadapi di negara-negara berkembang adalah bahwa data yang ada mungkin dilebih-lebihkan atau dikurangi, baik dengan kurang hati-hati ataupun untuk kebijakan politik. Permasalahan lainnya yaitu adanya tingkat komparabilitas pada statistik internasional yang sangat beragam. Tidak adanya teknik pengumpulan data standar dapat menimbulkan permasalahan. Bahkan dengan teknik pengumpulan data standar, perbedaan definisi masih dijumpai di berbagai tempat di dunia ini. Dalam beberapa perbedaan ini kecil, namun dalam kasus lain perbedaan ini dapat menjadi sangat signifikan. pemasaran-gl0bal, slide-gl0bal

  • Wal-Mart Stores is an American public corporation that runs a chain of large, discount department stores.
  • Wal-Mart is the largest grocery retailer in the United States, with an estimated 20% of the retail grocery and consumables business, as well as the largest toy seller in the U.S.
  • The company was incorporated as Wal-Mart Stores on October 31, 1969. In 1970, it opened its home office and first distribution center in Bentonville, Arkansas.
  • During the 1980s, Wal-Mart continued to grow rapidly, and by its 25th anniversary in 1987 there were 1,198 stores with sales of $15.9 billion and 200,000 associates. At the time, it was the largest private satellite network, allowing the corporate office to track inventory and sales and to instantly communicate to stores.
  • Wal-Mart has different market entry strategy to go into one market in one country. In Mexico, Wal-Mart established a 50-50 joint venture with Cifra SA, Mexico’s largest retailers. In Canada (1994), Wal-Mart entered by acquisitions the 122 store Woolco Chain. In Brazil, Wal-Mart teamed up with Lojas Americanas SA (open five store). But in Argentina, Wal-Mart opened four stores without a partner.
  • In Europe, both Germany and UK, Wal-Mart use acquisitions as a strategy to enter new markets. Wal-Mart purchase of 21 hypermarkets from Wertkauf GmbH and acquired 74 additional hypermarkets from Spar Handels AG in Germany. And then, Wal-Mart offering more than $ 10 billion for Britain’s third largest supermarket chain, Asda Group PLC.
  • Wal-Mart earliest foray into China, a joint venture launched in 1996 with Thailand’s Charoen Pokphand Group. Wal-Mart executives have made a point of building relationships with government officials.
  • Wal-Mart’s international operations currently comprise 2,980 stores in 14 countries outside the United States.
  • There are wholly-owned operations in Argentina, Brazil, Canada, Puerto Rico (although PR is part of the US, the company’s operations there are managed through its international division), and the UK.
  • Sales in 2006 for Wal-Mart’s UK subsidiary, ASDA (which retains the name it had before acquisition by Wal-Mart), accounted for 42.7% of sales of Wal-Mart’s international division.
  • In July 2006, Wal-Mart announced its withdrawal from Germany due to sustained losses in a highly competitive market. The stores were sold to the German company Metro during Wal-Mart’s fiscal third quarter.
  • Wal-Mart Stores Division U.S. is Wal-Mart’s largest business subsidiary, accounting for 67.2% of net sales for financial year 2006. It consists of three retail formats that have become commonplace in the United States: Discount Stores, Supercenters, and Neighborhood Markets. The retail department stores sell a variety of non-grocery products, though emphasis has now shifted towards supercenters, which include more grocery items.
  • Wal-Mart not only use business-to-consumer marketing (b-to-c or B2C) but also business-to-business marketing (b-to-b or B2B). A vertical marketing system (VMS) is a distribution channel structure Wal-Mart. Type of VMS in Wal-Mart is Corporate VMS and Administered VMS.
  • During the past 20 years, Wal-Mart has grown to immense proportions. The entire conglomeration of Wal-Mart stores consists of retail stores, both national and international, websites, and other acquisitions and partnerships which have contributed to its global success story.
  • Remix is Wal-Mart’s name for a vendor transportation consolidation program on a colossal scale, the sort of scale that only the world’s largest single retailer can create with a strategy that will echo across the country’s logistics pipelines.

Link For Download: